Ekosistem

Setiap organisme hidup di lingkungan masing-masing dan dipengaruhi oleh lingkungannya. Di lingkungan hidupnya, organisme berinteraksi dengan komponen-komponen lingkungan di sekitarnya. Kesatuan interaksi antara organisme dengan lingkungannya disebut ekosistem. Ekosistem tersusun atas komponen abiotik dan biotic yang saling berinteraksi. Apa saja komponen penyusun ekosistem? Bagaimana komponen-komponen tersebut saling berinteraksi satu sama lain? Kalian dapat menemukan jawabannya setelah mempelajari bab ini.

A. SATUAN – SATUAN EKOSISTEM

Setiap organisme memerlukan tempat tunggalnya masing-masing. Tempat organisme hidup dan berkembang disebut habitat. Di dalam habitatnya, organisme senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Kesatuan interaksi antara organisme dan lingkungannya disebut ekosistem. Ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi. Ekosistem terdiri atas satuan-satuan ekosistem yang saling berinteraksi.

1. INDIVIDU

Kata individu berasal dari bahasa latin individum yang berarti tidak dapat dibagi. Dalam ekologi, individu berarti satu oeganisme. Misalnya seekor monyet dan seekor nyamuk.

2. POPULASI

Populasi merupakan sejumlah individu sejenis yang menetap di suatu daerah pada waktu tertentu. Suatu organisme dapat disebut sejenis apabila menempati daerah yang sama, dapat menghasilkan keturunan fertile, dan mempunyai persamaan anatomi, morfoligi dan fisiologi.

Populasi organisme dalam suatu ekosistem senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Populasi organism dapat bertambah bila ada yang datang dari daerah lain (imigrasi) dan lahir (natalitas). Sebaliknya, populasi dapat berkurang bila ada yang pindah ke daerah lain (emigrasi) dan mati (mortalitas).

3. KOMUNITAS

Komunitas merupakan seluruh populasi yang hidup bersama dalam suatu daerah. Populasi rumput, serangga, harimau, dan kijang dalam suatu daerah padang rumput membentuk suatu komunitas.

4. EKOSISTEM

Di habitat suatu komunitas, terdapat benda tak hidup seperti tanah, air, udara dan matahari. Anggota komunitas akan berinteraksi dengan benda tak hidup untuk membentuk ekositem. Ada dua bentuk ekosistem, yaitu akosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami merupakan ekosistem yang terbentuk secara alami (tanpa campur tangan manusia). Contoh ekosistem alami adalah sungai, danau, hutan hujan tropis, gurun dan laut. Ekosisten buatan merupakan ekosistem yang terbentuk sebagai hasil kerja manusia. Contoh ekosistem buatan adalah waduk, sawah, akuarium, kolam dan hutan wisata.

5. BIOSFER

Biosfer merupakan kumpulan ekosistem yang terdapat di bumi.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa satuan-satuan ekosisten terdiri atas individu, populasi, komunitas, ekosistem dan biosfer.

B. KOMPONEN EKOSISTEM

Suatu ekosistem tersusun atas komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Komponen biotic dan abiotik saling berinteraksi dan mempengaruhi.

1. KOMPONEN ABIOTIK

Komponen abiotik yang utama antara lain air, tanah, udara dan cahaya matahari.

a. Air

Air sangat penting bagi kehidupan karena hampir 85% tubuh makhlik hidup berupa air. Air mengandung berbagai bahan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh organisme.

b. Tanah

Organisme memerlukan tanah karena merupakan tempat tumbuhnya tumbuh-tumbuhan serta tempat berpijak dan berdiamnya binatang dan manusia. Dari tanah pula, tumbuhan memperoleh bahan-bahan atau mineral-mineral untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

3. Udara

Faktor abiotik yang terkait dengan udara antara lain kelembapan udara, suhu udara, curah hujan, maupun kandungan udara. Suhu lingkungan merupakan factor yang penting dalam proses kelangsungan hidup. Beberapa jenis organisme mampu mengatur suhu tubuhnya agar proses kehidupan dalam tubuh dapat berjalan dengan normal. Jenis organisme ini disebut organisme endoterm. Jenis organisme lain, suhu tubuhnya tergantung suhu lingkiungannya. Jika suhu lingkungan terlalu dingin, organisme ini akan berjemur. Jika terlalu panas, akan berteduh. Organisme semacam ini disebut organisme ektoterm.

4. Cahaya Matahari

Selain sebagai sumber energy di bumi, cahaya matahari juga mempunyai peranan mengatur tingkah laku organisme. Ada organisme yang aktif di siang hari dan ada organisme yang aktif di malam hari. Cahaya matahari juga dapat menghancurkan atau melapukkan batu-batuan sehingga memungkinkan organisme memanfaatkan mineral-mineral hasil pelapukan batuan tersebut.

2. KOMPONEN BIOTIK

Komponen biotik adalah semua organisme hidup yang ada du lingkungan. Berdasarkan peranannya, oprganismee dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu produsen, konsumen dan pengurai (decomposer).

a. Produsen

Produsen adalah organisme yang mamapu menghasilkan zat makanan sendiri. Organime yang dapat mengubah zat anorganik menjadi zat organic disebut organisme autotrof. Jika energy cahaya digunakan organisme untuk menyusun zat organic, maka organisme tersebut dinamakan organisme fotoautotrof, seperti tumbuhan hijau. Tumbuhan memanfaatkan cahaya matahari untuk mengubah karbon doiksida dan air menjadi karbohidrat. Prosese pembentukan ini disebut fotosintesis.

b. Konsumen

Konsumen adalah organisme yang tidak mampu mengubah zat anorganik menjadi at organic sehingga harus dapatkan makanannya dengan memakan organisme lain. Organisme lain tersebut dapat berupa tumbuhan, hewan atau sisa organisme. Organisme yang memakan organisme lain disebut organism heterotrof.

Jika organisme heterotrof memakan organisme autotrof ini disebut konsumen primer atau komsumen pertama. Komsumen primer juga disebut herbivora karena memakan tumbuhan. Contohnya adalah sapi, kambing, domba dan belalang.

Organisme heterotrof yang memakan herbivora atau hewan lain disebut karnivora (makan). Ccotoh karnivora adalah kucing, anjing, elang dan ular. Organisme yang dapat memakan tumbuhan dan hewan disebut omnivora. Misalnya beruang, manusia, kera dan orangutan. Organisme yang memakan sisa organisme yang telah mati disebut detritivora. Misalnya cacing tanah, rayap dan serangga tanah. Organisme pemakan bangkai hewan yang masih utuh disebut scavenger, misalnya burung pemakan bangkai.

c. Pengurai (decomposer)

Beberapa jenis organisme mampu menguraikan sampah organic, seperti sisa-sisa tubuh hewan dan tumbuhan, menjadi bahan-bahan anorganik. Organisme ini disebut decomposer. Contohnya adalah bakteri dan jamur.

C. POLA INTERAKSI

Pada hakikatnya setiap organisme akan senatiasa bergantung pada organisme lain yang ada di sekitarnya. Pola interaksi organisme melibatkan dua atau lebih organisme. Jenis, sifat dan tingkah laku organisme di bumi sangat beraneka ragam. Karena itu, pola interaksi antarorganisme juga beragam. Berikut ini akan dibahas berbagai pola interaksi antarorganisme.

1. Netralisme

Netralisme merupakan hubungan yang tidak saling mempengaruhi, meskipun organisme-organisme hidup pada habitat yang sama. Contohnya kambing dan kodok di suatu habitat sawah. Kambing makan rumput di siang hari. Kodok makan serangga di malan hari.

2. Kompetisi

Kompetisi merupakan bentuk interaksi antarindivisu sejenis atau antarpopulasi di mana individu atau populasi tersebut berdaing mendapatkan sarana untuk tumbuh dan berkembang. Kompetisi terjadi bila kedua individu mempunyai kebutuhan yang sama, sedangkan lingkungan tidak menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Persaingan dapat terjadi di antara sesame jenis (intraspesific spesies) atau antara jenis yang berbeda (interspesific spesies). Sarana pertumbuhan yang sering menjadi pembatas dan menyebabhan persaingan adalah air, nutrisi, cahaya dan ruang. Contohnya persaingan antara belalang dengan ulat, kambing dengan kelinci, lebah local dengan lebah afrika dan ikan mujair dengan ikan lele dumbo.

3. Predasi

Predasi merupakan interaksi antara pemangsa dan mangsa. Pemangsa (predator) adalah hewan yang memangsa atau memakan. Mangsa (prey) adalah hewan yang dimangsa atau dimakan. Di alam, predasi dapat menjaga keseimbangan alam karena dapat menekan populasi organisme tertentu, misalnya antara tikus dengan ular, kijang dengan harimau dan zebra dengan singa.

4. Parasitisme

Parasitisme merupakan hubungan antara dua organisme yang berbeda jenis dimana salah satu pihak mendapat keuntungan sedangkan pihak lain mendapat kerugian. Pihak yang diuntungkan disebut parasit. Pihak yang dirugikan disebut inang. Contohnya adalah benalu dan tali putri yang hidup sebagai parasit pada ranting pohon, berbagai jenis cacing dan bakteri yang hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia.

5. Mutualisme

Interaksi ini saling menguntungkan kedua belah pihak. Pasangan organisme ini disebut inang dan simbion. Misalnya tanaman dengan hewan penyerbuk, burung jalak dengan kerbau dan manusia dengan bakteri usus.

6. Komensalisme

Interaksi ini hanya menguntungkan satu pihak, sedangkan pihak lain tidak dirugikan maupun diuntingkan. Misalnya ikan remora dengan ikan hiu, ikan putzerlip dengan hewan karang dan tumbuhan epifit.

7. Amensalisme

Amensalisme atau antibiosis adalah interaksi organisme dimana salah satu antarorganisme menghambat pertumbuhan organisme lain. Misalnya beberapa jenis fungi menghasilkan zat antiotik yang dapat menghambat dan membunuh mikroorganisme lain.

D. SALING KETERGANTUNGAN DI ANTARA KOMPONEN BIOTIK

Pada sebuah ekosistem akan selalu ditemukan produsen, konsumen dan pengurai. Komponen-komponen tersebut mempunyai peranan yang berbeda. Tetapi dalam melaksanakan peranannya, komponen tersebut saling tergantung satu sama lain secara langsung maupun tidak langsung. Jika digambarkan, interaksi antarkomponen biotic akan membentuk jaring-jaring ekologi. Jaring-jaring ekologi dapat berupa rantai makanan, jaring-jaring makanan, jarring-jaring kehidupan dan piramida makanan.

1. Rantai makanan

Proses perpindahan energy melalui proses makan dan dimakan yang membentuk rangkaian tertentu disebut rantai makanan.

Contoh : tumbuhan dimakan kelinci, kelinci dimakan ula, dan ular dimakan elang.

2. Jaring-jaring makanan

Di alam jarang dijumpai organisme yang hanya memakan satu jenis oranisme lain. Jarang sekali karnivora hanya memakan satu jenis herbivora dan herbivora juga jarang memakan satu jenis tumbuhan. Dengan kata lain, di dalam ekosistem terdapat banyak rantai makanan yang saling terkait atau berhubungan yang akan membentuk jaring-jaring makanan. Jadi, jaring-jaring makanan adalah sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan membentuk semacam jaring.

3. Jaring-jaring kehidupan

Di alam yang sangat luas ini, ternyata jaring-jaring makanan satu dengan jaring-jaring makanan yang laian saling terkait dan akhirnya terbentuklah jaring-jaring kehidupan.

4. Piramida makanan

Piramida makanan merupakan gambaran piramida yang menunjukkan perbandingan makanan antara produsen, konsumen I, konsumen II sampai dengan konsumen puncak. Di dalam piramida makanan, produsen selalu menempati dasar piramida. Konsumen puncak (karnivora besar) seperti singa dan elang selalu menempati puncak piramida.

5. Aliran energy

Cahaya matahari adalah sumber energy. Tumbuhan hijau mampu mengubah energy cahaya menjadi energy kimia berupa karbohidrat. Apabila tumbuhan hijau dimakan oleh herbivora, maka zat makanan yang terdapat di dalam tumbuhan hijau berpindah ke dalam tubuh herbivora. Begitu seterusnya sampai konsumen terakhir. Di dalam tubuh hewan, energy tersebut akan diubah menjadi energy panas, gerak, pernapasan dan sebagian tersimpan di dalam zat penyusun tubuh hewan. Jadi, perpindahan energy tidak dapat 100% efisien. Kaena sebagian energy akan terbunag melalui proses respirasi, gerak, panas dan ekskresi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: